Kelainan tidur merupakan ganguang tidur yang terjadi hingga mempengaruhi kenyamanan dan kualitas tidur seseorang hampir setiap harinya. Penyebab kelainan tidur beragam, mulai dari masalah kesehatan akut, stress, atau kondisi tubuh yang terlalu lelah. Kebanyakan orang yang menderita kelainan tidur masih dalam usia produktif yaitu antara rentang usia 20 – 59 tahun.

Pada beberapa kasus, kelainan tidur yang terjadi pada saat tubuh dalam kondisi baik dan tanpa stress biasanya berujung pada tanda – tanda penyakit tertentu. Kelainan tidur karena masalah ini tidak akan bisa sembuh jika penyakit yang menjadi penyebabnya belum diketahui dan ditangani secara benar.  Berbeda dengan kelaianan tidur yang disebabkan oleh stress dan kondisi tubuh yang kurang prima, kelainan tidur karena hal ini bisa ditangani dengan segera asalkan belum sampai ke tahap lanjut.

Secara umum ada 6 tanda yang bisa diamati untuk menentukan apakah seseorang menderita kelainan tidur atau tidak. Tanda – tanda itu adalah :

  • Sering mengantuk
  • Lebih sering lelah di siang hari
  • Selalu ingin tidur siang
  • Gelisah
  • Kurang konsentrasi
  • Depresi

Dari ke enam tanda – tanda umum tersebut, masih bisa lebih dispesifikasikan lagi ke dalam tanda – tanda yang lebih detail sesuai dengan kelainan tidur yang diderita. Untuk saat ini ada 5 kelainan tidur yang paling sering diidap oleh masyrakat, ke lima kelainan tidur itu adalah Insomnia, Sleep Apnea, Narcolepsy,  Restless Legs Syndrome, dan REM Sleep Behavior Disorder.

Insomnia

Diantara ke lima kelainan tidur ini, imsomnia menempati peringkat pertama sebagai penyakit kelainan tidur yang paling sering diderita. Imsonia di bagi menjadi 2 tipe berdasarkan penyebabnya, Transient or Short-Term Insomnia dan Chronic Insomnia.

Transient or Short-Term Insomnia

Tipe insomnia yang pertama disebabkan oleh stress berlebihan yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi, contohnya : kehilangan pekerjaan, putus cinta dan bahkan baru kehilangan orang terkasih untuk selama – lamanya.

Pada tipe Transient, umumnya penderita tidak menyadari bahwa ia menderita insomnia dan kekurangan tidur penyebabnya tentu karena perasaan yang dirasakan lebih besar. Baru setelah beberapa hari, biasanya penderita baru merasakannya dan mencari tahu bagaimana mengatasinya.

Chronic Insomnia

Seseorang akan didiagnosa menderita Chronic Insomnia jika ia mengalami kesulitan tidur dan tidur namun tidak bisa nyenyak dalam kurun waktu satu bulan. Ada pula kasus Chronic Intermittent Insomnia atau selang – seling antara tidur nyenyak dan tidak bisa tidur yang juga akan dianggap apabila sudah mengalaminya dalam jangka waktu 1 bulan.

Apabila insomnia yang terjadi terus dibiarkan dan tidak ditangani maka konsekuensinya akan ada pengaruh besar yang terjadi dalam aktivitas sehari – hari, mulai dari berkurangnya konsentrasi, pusing atau sakit kepala, dan masalah pencernaan.

Treatment yang biasanya diberikan pada pengidap insomnia ada dua macam yaitu dengan obat dan tanpa obat. Pengobatan menggunakan obat harus dilakukan dengan resep dokter karena obat – obat tersebut biasanya merupakan obat antidepresan dan antianxiety yang tidak dijual bebas dipasaran. Sedangkan pengobatan tanpa obat, relaksasi stimulus dan hipnotis dianggap cara yang paling ampuh, namun tentu saja tetap harus dalam pengawasan dokter.

Slepp Apnea

Mungkin dari namanya terdengar asing, namun sebenarnya sleep apnea adalah nama lain dari mendengkur. Ketika kejadian ini hanya terjadi sesekali saja karena sakit flu atau kelelahan, mendengkur belum dikategorikan sebagai sleep apnea namun, ketika mendengkur sudah hampir terjadi setiap malam maka ini bisa dikategorikan sleep apnea. Untuk lebih jelasnya silakan simak ciri – ciri sleep apnea di bawah ini :

  • Terbangun di malam hari karena tenggorokan kering
  • Mendengkur keras
  • Terbangun karena merasa sesak nafas
  • Mengantuk sepanjang hari
  • Kurang bersemangat
  • Sakit kepala
  • Mudah lelah

Penyembuhan sleep apnea yang sudah terbukti keberhasilannya adalah Mesin Terapi CPAP ( Continuous Positive Airway Pressure ).  Tugas mesin CPAP menjaga saluran udara tetap terbuka selama tidur, pemasangannya ada yang menggunakan masker atau seperti selang yang dimasukan ke dalam hidung.

Jika masker dan selang dirasa kurang praktis, masih ada solusi lain berupa operasi, penurunan berat badan dan positional therapy. Pada positional therapy, pasien akan dibantu dengan alat yang menjaganya untuk tetap tidur miring alasannya, karena mendengkur terjadi ketika seseorng tidur terlentang.

Narcolepsy

Penyakit ini lebih serius di banding dua kelainan tidur atas karena pada narcolepsy penderita bisa tidur dimana saja secara tiba – tiba tanpa memandang waktu dan tempat. Pada kasus narcolepsy yang sudah akut, penderita bisa tiba – tiba bahkan saat ia makan. Tanda – tanda gejala narcolepsy yang sudah diketahui sampai saat ini ada 6 yaitu :

  • Tidur tiba- tiba
  • Mengalami ketindihan
  • Tanpa alasan yang jelas tiba – tiba otot menjadi lemas
  • Mudah mengantuk saat siang hari
  • Insomnia
  • Halusinasi

Treatment narcolepsy tidak bisa hanya dari dokter saja, namun pasien harus mau mengubah gaya hidupnya mulai dari, menghindari konsumsi alkohol, kafein, menkonsumsi makanan yang seimbang, berolahraga cukup hingga mulai menentukan pola tidur.

Untuk treatment berupa obat, stimulans, antidepresan dan sodium oxybate mejadi obat yang paling sering diresepkan oleh dokter. Khusus untuk obat antidepresan dokter akan memberikannya dengan pengawasan yang ketat dan hanya dalam dosis kecil saja. Tujuannya agar pasien tidak mengalami efek samping dari antidepresan pada penderita narcolepsy yaitu munculnya niat untuk mengakhiri hidup.

REM Sleep Behaviour Disorder

Jika keempat kelainan tidur di atas lebih berbahaya untuk diri sendiri, REM Sleep Behaviour Disorder lebih berbahaya untuk orang lain. Pasalnya penyakit ini membuat penderita memperagakan secara nyata apa yang ada di mimpinya termasuk hal – hal berbahaya seperti memukul. Tanda awal dari penyakit ini dimulai ketika tangan dan kaki bergerak ketika tidur.

Untuk pengobatan penyakit ini, obat – obatan menjadi hal yang paling diutamakan karena, penderita umumnya tidak merasakan perubahan yang berarti pada keesokan harinya. Seringkali dokter akan menyarankan agar pasien untuk sementara tidur seorang diri sampai penyakitnya membaik untuk menghindari pasangannya terluka, selain itu mengunci kamar penderita juga disarankan pada kasus – kasus yang disertai tidur berjalan.

Dari kelima kelainan tidur di atas, menurut para dokter yang harus mendapatkan penanganan ekstra adalah narcolepsy. Ini karena penderita menjadi benar – benar terganggu dalam kehidupan sosialnya karena ia takut untuk keluar rumah. Ia khawatir tiba – tiba tertidur di tempat umum dan menjadi sasaran kejahatan. Pemikiran ini akan menambah stress bagi penderita yang membuat usaha penyembuhan semakin sulit. Untuk itu bagi pasien yang menderita narcolepsy saat dianjurkan untuk benar – benar rutin memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter sampai narcolepsy tidak pernah kembali lagi dan dinyatakan 100% sembuh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *